DTC Netconnect logo

In-Row Cooling Containment: Teknologi Pendinginan Efektif di Antara Rak Server

Data Center Solution

Aug 29, 2025

Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, data center terus mengalami peningkatan densitas beban kerja. Server yang semakin padat menghasilkan panas dalam jumlah besar, sehingga pendinginan menjadi salah satu tantangan utama. Di sinilah In-Row Cooling Containment hadir sebagai solusi inovatif untuk menjaga kestabilan suhu sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Berbeda dengan sistem pendinginan tradisional yang biasanya mengandalkan pendingin ruangan (CRAC) di tepi atau ujung ruangan, in-row cooling menempatkan unit pendingin di antara rak server. Pendekatan ini membuat pendinginan lebih dekat dengan sumber panas sehingga aliran udara lebih efisien dan distribusi suhu lebih stabil.


Konsep Dasar In-Row Cooling Containment

In-Row Cooling Containment bekerja dengan cara menarik udara panas langsung dari belakang rak server, mendinginkannya, lalu mengembalikan udara dingin ke depan server. Karena pendinginan ditempatkan di antara rak, sistem ini mampu mengurangi jarak aliran udara dan meminimalkan percampuran udara panas dan dingin.

Salah satu keunggulan terbesar dari pendekatan ini adalah efisiensinya dalam menangani beban kerja dengan densitas tinggi. Pada konfigurasi konvensional, pendingin sering kali tidak cukup efektif ketika rak server dipenuhi perangkat dengan konsumsi daya tinggi. Dengan pendingin yang berada tepat di antara rak, in-row cooling bisa menjaga suhu tetap stabil bahkan dalam kondisi beban berat.


Manfaat In-Row Cooling Containment

Penerapan in-row cooling containment menawarkan sejumlah manfaat signifikan yang membuatnya semakin populer di kalangan operator data center.

Pertama adalah efisiensi energi. Karena jarak aliran udara lebih pendek, energi yang dibutuhkan untuk mendinginkan server berkurang. Hal ini secara langsung menurunkan nilai Power Usage Effectiveness (PUE).

Kedua adalah pembagian suhu yang lebih merata. Dengan pendinginan terletak di antara rak, setiap server menerima udara dingin dalam jumlah cukup tanpa harus bersaing dengan rak lain. Distribusi ini membuat hotspot lebih mudah dicegah.

Ketiga, in-row cooling memberikan fleksibilitas dalam desain data center. Sistem ini dapat ditambahkan sesuai kebutuhan, terutama di area dengan densitas tinggi. Pendekatan modular seperti ini membantu perusahaan menyesuaikan kapasitas pendinginan dengan pertumbuhan server tanpa harus melakukan renovasi besar.

Selain itu, in-row cooling juga memberikan keandalan lebih tinggi. Karena aliran udara lebih terkontrol, risiko overheating berkurang drastis. Bagi perusahaan yang tidak bisa mentolerir downtime, stabilitas seperti ini menjadi nilai tambah yang sangat penting.


Perbandingan dengan Aisle Containment

Meskipun sama-sama bertujuan menjaga efisiensi pendinginan, in-row cooling berbeda dari aisle containment. Aisle containment berfokus pada pemisahan udara panas dan dingin dalam lorong, sedangkan in-row cooling menempatkan pendinginan langsung di antara rak.

Perbedaan utama terletak pada skala penerapan. Aisle containment lebih cocok untuk data center skala besar yang membutuhkan pendinginan terpusat. Sementara itu, in-row cooling ideal untuk area dengan densitas beban tinggi, di mana pendinginan harus lebih dekat dengan sumber panas.

Keduanya bahkan bisa digabungkan dalam satu fasilitas untuk mencapai efisiensi optimal. Misalnya, sebuah hyperscale data center bisa menggunakan aisle containment sebagai strategi utama, lalu menambahkan in-row cooling pada rak-rak dengan beban kerja tinggi.


Studi Kasus Penerapan

Salah satu contoh nyata penerapan in-row cooling adalah pada data center enterprise yang menjalankan aplikasi analitik big data. Karena server big data membutuhkan daya besar, panas yang dihasilkan pun lebih tinggi dari rata-rata. Dengan menempatkan pendinginan di antara rak, perusahaan berhasil menjaga suhu stabil tanpa perlu menambah unit CRAC yang boros energi.

Contoh lainnya adalah penyedia layanan colocation yang menambahkan in-row cooling untuk klien dengan kebutuhan server GPU. GPU yang digunakan untuk machine learning atau AI menghasilkan panas signifikan. Tanpa pendinginan khusus, suhu mudah melonjak. In-row cooling menjadi solusi tepat untuk menjaga performa server tetap optimal.


Tantangan Implementasi

Meski menawarkan banyak keuntungan, in-row cooling tidak lepas dari tantangan. Salah satu tantangan utama adalah biaya awal yang relatif tinggi. Karena unit pendinginan harus dipasang di antara rak, investasi perangkat keras bisa lebih besar dibandingkan sistem pendinginan konvensional.

Selain itu, ruang fisik juga menjadi pertimbangan. Setiap unit pendinginan membutuhkan space tersendiri, yang berarti mengurangi kapasitas rak server dalam satu lorong. Operator harus menyeimbangkan antara kebutuhan pendinginan dengan kapasitas ruang.

Pemeliharaan juga memerlukan perhatian ekstra. Unit pendinginan yang ditempatkan di dalam lorong harus dirawat secara berkala agar tidak terjadi kebocoran atau kegagalan sistem yang bisa berdampak langsung pada server di sekitarnya.


Masa Depan In-Row Cooling

Ke depan, in-row cooling akan semakin relevan seiring meningkatnya adopsi teknologi berbasis AI, big data, dan edge computing. Semua teknologi ini membutuhkan server dengan daya tinggi yang menghasilkan panas lebih besar dari server tradisional.

Tren lainnya adalah integrasi dengan sistem otomatisasi berbasis AI. Unit pendinginan akan terhubung dengan sensor suhu dan kelembapan, lalu menyesuaikan kinerjanya secara real-time. Dengan demikian, energi benar-benar digunakan secara optimal hanya ketika dibutuhkan.

Selain itu, konsep liquid cooling in-row mulai banyak dieksplorasi. Alih-alih hanya menggunakan udara, pendinginan cairan bisa dipadukan dengan sistem in-row untuk menangani beban panas yang lebih ekstrem. Kombinasi ini membuka peluang baru bagi data center dengan densitas sangat tinggi.


Kesimpulan

In-Row Cooling Containment adalah inovasi penting dalam dunia data center modern. Dengan menempatkan pendinginan di antara rak server, sistem ini mampu menjaga suhu lebih stabil, meningkatkan efisiensi energi, serta mengurangi risiko overheating.

Meski ada tantangan dalam hal biaya awal dan pemeliharaan, manfaat jangka panjang yang ditawarkan membuat in-row cooling menjadi solusi yang layak dipertimbangkan. Terutama bagi data center dengan beban kerja tinggi dan kebutuhan stabilitas tanpa kompromi, in-row cooling bukan sekadar teknologi tambahan, melainkan strategi inti untuk memastikan performa tetap optimal.

Dalam lanskap digital yang semakin menuntut kecepatan dan keandalan, in-row cooling containment menjadi fondasi penting menuju data center masa depan yang lebih efisien, fleksibel, dan berkelanjutan.