Apa Itu Regulasi Pusat Data SNI 8799 Terbaru Tahun 2026?
Jan 06, 2026
Transformasi digital di Indonesia terus mengalami percepatan yang signifikan. Mulai dari layanan pemerintahan digital, perbankan, e-commerce, hingga kecerdasan buatan dan komputasi awan, semuanya bergantung pada infrastruktur pusat data (data center) yang andal, aman, dan berkelanjutan. Dalam konteks inilah, kehadiran regulasi Pusat Data SNI 8799 terbaru tahun 2026 menjadi sangat relevan dan strategis.
SNI 8799 hadir sebagai standar nasional yang mengatur tata kelola, desain, operasional, dan keamanan pusat data di Indonesia. Pembaruan standar ini pada tahun 2026 bertujuan untuk menjawab tantangan baru, termasuk kebutuhan efisiensi energi, ketahanan infrastruktur digital, serta kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif apa itu SNI 8799 terbaru, latar belakang pembaruannya, ruang lingkup pengaturan, serta dampaknya bagi industri pusat data di Indonesia.
Pengertian SNI 8799 Pusat Data
SNI 8799 adalah Standar Nasional Indonesia yang secara khusus mengatur penyelenggaraan pusat data. Standar ini disusun untuk menjadi acuan teknis dan operasional bagi organisasi yang membangun, mengelola, maupun menggunakan layanan data center di Indonesia.
SNI 8799 mencakup berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan lokasi, desain bangunan, sistem kelistrikan dan pendinginan, keamanan fisik dan digital, hingga tata kelola operasional pusat data. Tujuan utamanya adalah memastikan pusat data beroperasi secara andal, aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan nasional.
Versi terbaru tahun 2026 merupakan penyempurnaan dari standar sebelumnya, dengan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan nasional di bidang digital.
Latar Belakang Pembaruan SNI 8799 Tahun 2026
Pembaruan SNI 8799 tidak dilakukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor utama yang mendorong lahirnya regulasi pusat data versi terbaru ini.
Pertama, pertumbuhan eksponensial kebutuhan data. Lonjakan penggunaan cloud computing, big data, dan artificial intelligence membuat beban kerja pusat data meningkat drastis. Standar lama dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi skala dan kompleksitas tersebut.
Kedua, isu efisiensi energi dan keberlanjutan. Pusat data dikenal sebagai salah satu konsumen energi terbesar dalam ekosistem digital. Pemerintah Indonesia mendorong agar data center menerapkan prinsip green data center, termasuk efisiensi daya dan pengurangan emisi karbon.
Ketiga, peningkatan risiko keamanan dan kedaulatan data. Dengan semakin kritisnya peran data, dibutuhkan standar yang lebih ketat terkait keamanan fisik, siber, serta penempatan data strategis nasional.
Keempat, harmonisasi dengan standar global. SNI 8799 2026 diselaraskan dengan praktik terbaik internasional seperti ISO/IEC dan Uptime Institute, namun tetap disesuaikan dengan kondisi geografis dan regulasi Indonesia.
Ruang Lingkup Pengaturan dalam SNI 8799 Terbaru
Regulasi pusat data SNI 8799 tahun 2026 memiliki cakupan yang cukup luas. Standar ini tidak hanya mengatur aspek teknis bangunan, tetapi juga menyentuh tata kelola dan operasional jangka panjang.
Secara umum, SNI 8799 mengatur pusat data dari fase perencanaan hingga operasional. Ini mencakup pemilihan lokasi yang aman dari risiko bencana, desain infrastruktur yang mendukung ketersediaan tinggi, serta sistem pendukung yang mampu menjaga kelangsungan layanan.
Standar ini juga menekankan pentingnya dokumentasi, prosedur operasional standar, dan audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
Standar Desain dan Infrastruktur Pusat Data
Dalam SNI 8799 terbaru, aspek desain dan infrastruktur mendapat perhatian khusus. Desain pusat data tidak lagi hanya berfokus pada kapasitas, tetapi juga pada fleksibilitas dan skalabilitas.
Bangunan pusat data diwajibkan memenuhi persyaratan struktural yang mampu melindungi peralatan dari risiko gempa, banjir, dan gangguan lingkungan lainnya. Selain itu, tata letak ruang server, ruang pendingin, dan ruang kelistrikan harus dirancang untuk meminimalkan single point of failure.
Sistem kelistrikan menjadi komponen krusial yang diatur secara detail, termasuk penggunaan sumber daya listrik cadangan, UPS, dan sistem distribusi daya yang redundan. Tujuannya adalah memastikan pusat data tetap beroperasi meskipun terjadi gangguan pada pasokan listrik utama.
Pengaturan Sistem Pendinginan dan Efisiensi Energi
Salah satu pembaruan paling signifikan dalam SNI 8799 tahun 2026 adalah penekanan pada efisiensi energi. Sistem pendinginan, yang selama ini menjadi penyumbang konsumsi energi terbesar, diatur lebih ketat.
Standar ini mendorong penggunaan teknologi pendinginan modern seperti containment system, free cooling, hingga liquid cooling untuk beban kerja berkepadatan tinggi. Selain itu, pemantauan konsumsi energi secara real-time menjadi bagian dari praktik yang direkomendasikan.
Konsep Power Usage Effectiveness (PUE) juga diperkenalkan sebagai indikator penting untuk menilai efisiensi pusat data. Semakin rendah nilai PUE, semakin efisien penggunaan energi pusat data tersebut.
Keamanan Fisik dan Keamanan Informasi
Keamanan menjadi pilar utama dalam regulasi pusat data SNI 8799. Standar ini mengatur keamanan fisik bangunan, akses personel, hingga perlindungan terhadap ancaman eksternal.
Pusat data diwajibkan memiliki sistem kontrol akses berlapis, pengawasan CCTV, serta prosedur keamanan yang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, integrasi dengan sistem keamanan informasi juga menjadi perhatian penting.
SNI 8799 2026 menekankan bahwa keamanan fisik dan keamanan siber tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, pengelola pusat data perlu memastikan bahwa infrastruktur fisik mendukung penerapan kebijakan keamanan informasi yang komprehensif.
Tata Kelola dan Operasional Pusat Data
Selain aspek teknis, SNI 8799 terbaru juga mengatur tata kelola dan operasional pusat data. Pengelola diwajibkan memiliki struktur organisasi yang jelas, kompetensi SDM yang memadai, serta prosedur operasional yang terdokumentasi.
Manajemen risiko, perencanaan kapasitas, dan pemulihan bencana menjadi bagian integral dari standar ini. Tujuannya adalah memastikan pusat data mampu beroperasi secara berkelanjutan dalam berbagai kondisi.
Audit internal dan evaluasi berkala juga dianjurkan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar dan meningkatkan kualitas layanan secara berkesinambungan.
Dampak SNI 8799 2026 bagi Industri Pusat Data
Penerapan regulasi pusat data SNI 8799 terbaru membawa dampak signifikan bagi industri. Bagi penyedia layanan data center, standar ini menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan.
Bagi pengguna layanan, SNI 8799 memberikan jaminan bahwa pusat data yang digunakan telah memenuhi standar nasional terkait keamanan, keandalan, dan efisiensi.
Dalam jangka panjang, regulasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri pusat data Indonesia di tingkat regional dan global, sekaligus mendukung agenda transformasi digital nasional.
Kesimpulan
Regulasi Pusat Data SNI 8799 Terbaru Tahun 2026 merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital Indonesia. Standar ini tidak hanya mengatur aspek teknis pusat data, tetapi juga mendorong efisiensi energi, keamanan, dan tata kelola yang lebih baik.
Dengan memahami dan menerapkan SNI 8799, organisasi dapat memastikan pusat data mereka siap menghadapi tantangan digital masa depan. Di tengah meningkatnya ketergantungan pada data, standar ini menjadi kunci untuk membangun ekosistem digital yang andal, aman, dan berkelanjutan.

